PERSEBAYA Surabaya

Tentang Logo Persebaya

PP_Persebaya_Logo_Original

Lambang Kota Pahlawan

Bermarkas di Surabaya, Persebaya Surabaya sengaja mengambil lambang kebanggaan Kota Pahlawan. Adanya persamaan gambar Sura dan Buaya yang mengelilingi ikon Tugu Pahlawan memang suatu bentuk tribute atau penghargaan tersendiri untuk ibukota Jawa Timur ini.

Jika Logo Surabaya memiliki enam sisi dan berkurva menjorok ke dalam, Persebaya Surabaya lebih memilih mengambil bentuk perisai untuk melambangkan kekokohan kesebelasan yang berdiri tahun 1927 ini. Warna latar pun diganti drastis.

Makna Hijau

Pemkot Surabaya menaburkan palet biru di belakang motif Sura dan Baya. Sebaliknya Persebaya Surabaya, sesuai julukan Green Force, memakai warna hijau dan kuning.

Hijau sendiri ialah warna yang akrab dan banyak dipakai sebagai lambang warna di Kota Pahlawan. Selebihnya, hijau memiliki artian filosofi terkait dengan perkembangan, kehidupan dan vitalitas serta memiliki efek relijius.

Selain itu untuk menunjukkan penghormatan Persebaya terhadap revolusi yang tumbuh dan berkembang di Surabaya sebelum kemerdekaan. Dan sesuai dengan semangat Persebaya Surabaya sendiri yang selalu siap berevolusi, aktif dan berkembang untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik, kuat dan berani namun tetap berserah diri pada Tuhan.

Filosofi Kuning

Warna hijau tersebut terliputi dengan garis kuning yang juga mempunyai artian tersendiri. Warna kuning ialah warna yang melambangkan semangat kemudaan, pantang menyerah, perjuangan mempertahankan kehormatan dan prestige serta sifat selalu belajar dan penebusan kesalahan.

Dalam kaitannya dalam logo Bajol Ijo, kuning adalah warna pamungkas. Warna kedua setelah hijau. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan apa yang telah digapai. Tentunya dalam sepak bola hal ini berarti mempertahankan trophi dan gelar.

Kuning dalam Persebaya juga menyimbolkan keluwesan kesebelasan ini untuk selalu belajar dan menjadi lebih baik dalam semangat kemudaan yang pantang menyerah, seperti yang telah tergambarkan dalam sejarah Arek-arek Suroboyo.

Tugu Pahlawan

Sebagaimana telah disebutkan di atas, motif Sura, Baya yang juga berwarna kuning dan Tugu Pahlawan tetap dipertahankan dengan tambahan bola dibawah kaki sang Tugu. Tak bisa dielakkan inilah lambang yang paling mewakili kepribadian masyarakat Surabaya keseluruhan.

Sura dan Baya bermakna Sura ing Baya (Berani menghadapi Bahaya). Ciri dan sifat yang melekat dalam darah putra-putri Surabaya serta melambangkan kepahlawanan yang tak lekang.

Sedang Tugu Pahlawan sendiri menyiratkan makna tentang heroisme masyarakat Surabaya dalam revolusi 1945 yang akan dibawa hingga akhir jaman. Bagi Persebaya sendiri ini menggambarkan kesolidan dan keberanian yang dimilikinya dalam kiprahnya di persepakbolaan Indonesia, seperti Sura ing Baya.


.